- Memanfaatkan Waktu Liburan dengan Kegiatan Bermanfaat
- Wisuda Tahfidz Angkatan V dan Tasyakuran Milad Madrasah ke VI, Tasyakuran Kelas IX Angkatan Ke IV
- Malam 1 Muharram di Masjid Al Munawwarah: Khataman Al Quran 1448 H
- 1 Muharram Adalah Hari Penting: Makna dan Sejarahnya
- MI Al Munawwarah bersinergi dalam program sedekah daging bersama dt peduli
- Wisuda Tahfizh dan Pelepasan Siswa Kelas 6 Angkatan 11 Tahun 2026
- Gerakan Anti-Bullying dan Anti-Pornografi: Edukasi sebagai Kunci Pencegahan
- Pelaksanaan Sumatif Akhir Semester Genap MI Al Munawwarah Kota Jambi Tahun 2026
- Keutamaan Shalat Dhuha
- HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Memanfaatkan Waktu Liburan dengan Kegiatan Bermanfaat

(Almunawwarahkotajambi)Di pertengahan tahun 2026 ini menjadi hari-hari menyenangkan bagi para pelajar. Karena menjadi hari liburan bagi anak-anak sekolah.
Hari libur memang selalu menjadi yang ditunggu-tunggu setelah melewati masa aktivitas padat sepanjang hari. Karena begitu libur, aktivitas rutin yang cenderung berat dan menjemukan bisa sejenak di hentikan, lantas diisi dengan kegiatan berwisata, relaks, dan bahkan sekadar tidur dan bermalas-masalan.
Libur dikaji dari berbagai hal memang tidak ada yang salah dan bahkan menjadi sebuah kebutuhan yang cukup penting. Dalam Islam libur atau istirahat dari melakukan kegiatan hingga dianjurkan. Allah SWT berfirman: “Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al Qashash: 73).
Dalam aktivitas harian, malam hari diperintahkan untuk beristirahat dari setelah beraktivitas pada siang hari. Dalam rutinitas berkegiatan yang sifatnya mingguan, standar umum di berbagai negara terdapat hari libur satu atau dua hari. Demikian halnya dalam bulanan, semesteran, dan tahunan. Baik di kantor pemerintah, perusahaan, kantor swasta, maupun sekolah, kampus, dan lembaga pendidikan sejenisnya, ada hak cuti dan libur bersama bagi pegawainya sesuai dengan aturan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Terkait dengan liburan karyawan, ada sebuah penelitian yang dimuat di Journal of Applied Psychology tahun 2010, disebutkan bahwa karyawan yang tidak pernah liburan rentan diserang kelelahan emosional hingga menurunkan produktivitas kerja. Selain itu, hasil survei Harvard Business Review juga menyebutkan, karyawan yang berlibur ternyata dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih mudah, selain juga bisa bekerja lebih produktif jika dibandingkan dengan rekannya yang tidak berlibur.
Bahkan menurut hasil studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Illinois dan Northwestern University di AS, INSEAD di Perancis, dan Singapore Management University, pengaruh positif lain dari liburan dapat meningkatkan kreativitas. Bagi pelajar dan mahasiswa pun libur juga sangat bermanfaat untuk menyegarkan tubuh, jiwa dan pikiran, serta mengembalikan mood menjadi lebih baik lagi dalam belajar dari sebelumnya. Jadi semua itu turut menguatkan, memang dikaji dari berbagai aspek ilmu dan agama, libur adalah penting dan rasional jika tidak boleh ditiadakan.
Liburan yang Produktif dan Bermanfaat
Ada banyak cara mengisi liburan yang produktif dan bermanfaat menurut ajaran Islam. Misalnya dengan bersilaturahmi, baik kepada keluarga, kerabat, teman, dan sebagainya. Bersilaturrahmi merupakan suatu sunnah dalam Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits riwayat Bukhari dari jalur sahabat Abu Ayyub Al Anshori, Rasulullah SAW pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab, “Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat.
Atau bisa juga mengisi liburan yang bermanfaat dengan melakukan perjalanan dan rekreasi. Hal ini juga disarankan dalam Islam, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al Mulk ayat 15 yang artinya: “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”
Namun ada catatan, rekreasi yang dimaksud adalah dalam rangka untuk melihat keindahan hamparan dunia yang diciptakan Allah SWT dan mempelajari maknanya. Jadi pemahaman liburan tidak hanya sekadar bersenang-senang. Akan tetapi sebagai media ibadah men-tafakkuri (merenungkan) kebesaran Allah SWT atas semua yang diciptakan-Nya.
Menurut Rasulullah SWT, rekreasi yang demikian itu lebih mulia dan tinggi dari sekedar berwisata. Bahkan jika dilakukan dengan seperti itu, beliau juga bersabda, “Sesunguhnya wisatanya umatku adalah berjihad di jalan Allah.” (HR. Abu Daud, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Abu Daud dan dikuatkan sanad-nya oleh Al-Iraqi dalam kitab Takhrij Ihya Ulumuddin).
Di samping itu masih ada banyak pilihan cara memanfaatkan liburan dengan kegiatan yang bermanfaat lainnya, seperti membaca buku, menjalankan hobi semisal melukis, menulis, bermain musik, latihan magang kerja bagi pelajar, dan sebagainya. Bahkan, baik juga digunakan untuk tidur dan beristirahat. Namun tentu jangan sampai lantas berlebihan berhari-hari hanya sekadar tidur dan bermalas-masalan saja. Karena dalam Islam itu dilarang, Rasulullah SAW bersabda, “Tiga hal yang dapat menyebabkan kerasnya hati adalah senang tidur, senang istirahat, dan senang makan.”
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah). Penting dan harus menjadi perhatian bagi kita semua di hari libur ini, yaitu jangan sampai tertipu dengan waktu libur seakan hanya sekadar menjadi waktu luang untuk bermalas-malasan dan tidak diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Wallahu a’lam bish-shawab
Sumber: https://mubadalah.id/memanfaatkan-liburan-dengan-kegiatan-bermanfaat/



_11zon.jpg)

